Infrastruktur pusat data berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam dua tahun terakhir tumbuh secara eksponensial. Kemampuan teknologi ini diprediksi terus meningkat tajam dalam 3 5 tahun ke depan. Pusat data AI berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Sektor privat turut berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur pusat data AI yang diproyeksi membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru. BDX Indonesia, perusahaan patungan Indosat, Lintasarta, dan BDX Data Centers mengakuisisi 46 pusat data milik Indosat senilai Rp2,62 triliun. CEO BDx Data Centers Mayank Srivastava menyampaikan perluasan portofolio pusat data ini untuk memenuhi tingginya permintaan layanan.
Pembangunan Pusat Data Berbasis AI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Update Klasmen Peringkat 3 Terbaik Piala Asia 2023: Nasib Timnas Indonesia Berada di Ujung Tanduk Kemitraan Telkom dan Indosat jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Update Klasemen Peringkat 3 Terbaik Piala Asia 2023: Bahrain dan Oman Jadi Ancaman Timnas Indonesia Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 72 73 Kurikulum Merdeka, Kegiatan 3: Unsur Cerpen Halaman 4 LINK Live Streaming Inter Miami vs FC Dallas, Nonton Aksi Maarten Paes Lawan Messi di TV Ini
Jelang Laga Lawan Vietnam, Begini Skenario Timnas Indonesia agar Lolos ke 16 Besar Piala Asia 2023 Mayank menekankan bahwa kolaborasi ini bukan hanya soal akuisisi fisik pusat data, melainkan juga pengenalan standar operasi tinggi, teknologi mutakhir, dan transfer pengetahuan yang akan membantu mengembangkan industri pusat data di Indonesia. “Kami siap menjadi mitra pilihan untuk digitalisasi di Indonesia,” katanya di Jakarta, Kamis (18/1/2024).
“Akuisisi ini menjadi tonggak penting perkembangan Data Center berbasis kecerdasan buatan di Indonesia,” kata Mayank. Menurut US Asean Business Council, AI dapat menambah setidaknya 1 triliun dolar AS kepada Produk Domestik Bruto (PDB) di wilayah Asia Tenggara hingga tahun 2030, dan satu pertiga diantaranya datang dari Indonesia. Sementara itu, laporan Access Partnership bekerja sama dengan ELSAM dan dengan dukungan Microsoft mengungkapkan, penggunaan AI Generatif untuk melengkapi aktivitas kerja dapat membantu membuka kapasitas produksi sebesar 243,5 miliar dolae AS di seluruh perekonomian Indonesia.
Angka ini setara dengan 18 persen PDB Indonesia pada 2022. President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menegaskan peran strategis Indosat dalam menginisiasi pertumbuhan infrastruktur pusat data berbasis AI di Indonesia. Menurutnya, akuisisi ini tidak hanya menandai peran strategis Indosat dalam mengakselerasi pertumbuhan infrastruktur pusat data berbasis AI, tapi juga juga menjadi bentuk komitmen Indosat dalam menangkap peluang pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
“Hal tersebut sejalan dengan tujuan besar Indosat menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” tutup Vikram. Direktur Utama Lintasarta Bayu Hanantasena mengatakan bahwa tren pertumbuhan ini membuat pihaknya mengimplementasikan AI di internal, untuk membantu sejumlah proses bisnis agar berjalan lebih lincah. “Kita harus mulai akrab dengan AI untuk membuka lebih banyak peluang,” kata Bayu.